Antara perkara yang melemahkan iman mengikut pandangan islam
1. Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu
hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik"(Qs.57:16)
berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, jadi penyebab pertama adalah Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama, yang mengakibatkan hati menjadi keras.
2. Jauh dari pelajaran dan tauladan yang baik.
Mata yang Allah berikan ternyata memiliki fungsi untuk melihat hal2 yang menjadikan seseorang bertambah keimanannya. bezakan antara melihat hal2 yang mengingatkan kita kepada Allah dengan melihat hal-hal yang tidak menjadikan kita ingat akan Allah. sejak jaman dulu kala sudah ada orang2 yang bila marah atau bersedih itu pelampiasannya sampai mengoyakkan baju, kesedihan yang tidak dikembalikan kepada Allah)
3. Jauh dari pelajaran dan tauladan yang baik mayaa:
Mata yang ALlah berikan ternyata memiliki fungsi untuk melihat hal2 yang menjadikan seseorang bertambah keimanannya. bezakan antara melihat hal2 yang mengingatkan kita kepada Allah dengan melihat hal-hal yang tidak menjadikan kita ingat akan Allah. ketika kita melihat seseorang yang berakhlak mulia tentu hati akan tersentuh dan berkeinginan yang terus menerus akan membuat kita jadi ingin memiliki akhlak yang mulia pula
melihat ibadahnya yang tekun dan istiqomah, tentu akan dapat memelihara fitrah manusia. fitrah seseorang maksudnya. namun berbeza ketika mata ini tidak melihat tauladan itu apalagi didukung dengan penyebab pertama tadi (Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama ) keimanan lambat laun akan terhakis.
4. Jauh dari menuntut ilmu islam yang dapat membangkitkan iman didalam hati penuntutnya.
bila dikatakan jauh disini artinya,yang deket-deketnya dilewatkan sehingga menjadi jauh.
pendidikan islam kita ibaratkan seperti rantai yang saling menyambung. kehilangan satu mata rantai saja sudah mengakibatkan sukar untuk menyambungnya apalagi bila banyak mata rantai yang hilang misalnya malas atau tidak menghadiri majlis rutin(pengajian). ketidak hadiran berulang-ulang banyak mengakibatkan ...lama-kelamaan menjadi malu sendiri untuk hadir yang akhirnya jadi sama sekali tidak hadir dalam waktu lama (misalnyaaa )
5. Berada ditengah lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan. Iman akan terkikis pada lingkungan seperti ini. walaupun ada lingkungan lain yang bukan lingkungan maksiat,walaupun suka berada juga di lingkungan lain yang bukan lingkungan maksiat, karena manusia itu memiliki dua kecenderungan, yaitu pada kebaikan dan keburukan,
Allah SWT mengingatkan kita kembali dalam ayat sucinya, surat ke 91,asy-syams: Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu(9) dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya(10) jadi beruntunglah orang-orang yang senantiasa selalu dalam pengkondisian 'mensucikan jiwa' dan yang senantiasa berada dalam wilayah kemaksiatan tentu sedikit2 akan tercemari tentu sangat memprihatinkan bagi tumbuh-kembangnya keimanan(malah akan melemah)
6. Tenggelam dalam kehidupan dunia “Cukuplah bagi seorang selagi dia didunia hanya seperti orang yang mengadakan perjalanan “ (HR.Tabrani) demikian yang rasulullah ajarkan bagaimana menyikapi dunia.
7. Sibuk mengurus harta benda isteri dan anak2.
(Qs.8:28,) Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. Jika seorang wanita, mungkin pendekatannya adalah mengurusi anak2 namun lupa meniatkan karena Allah.(QS.3:14) Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
8.Panjang angan-angan.
(Qs.15:3) Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Ali ra. Pernah berkata mengikuti hawanafsu akan menghalangi dari kebenaran, sedangkan angan2 yang muluk akan melupakan akhirat.
9. Berlebihan dalam masalah tidur, makan, berjaga diwaktu malam berbicara, bergaul dan tertawa.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Tiada ulasan:
Catat Ulasan