Penderita diabetes harus selalu mengawal gula darahnya dan puasa biasanya menjadi tantangan untuk melaksanakannya. Bagaimana cara berpuasa untuk penderita diabetes?
"Pengaturan makanan khusus di bulan puasa bagi orang dengan diabetes adalah harus memperhatikan jumlah, jenis serta jadual makannya," ujar Prof Dr dr Sri Hartini KS, Kariadi, SpPD-KEMD ketika berbicara di acara 'Membantu Diabetesi untuk Dapat Mengendalikan Penyakitnya Secara sendiri'.
Menurutnya, orang diabetes boleh saja puasa jika gula darahnya terkawal atau kadar gula darah kurang dari 180 mg/dl. Keadaan seperti itu memungkinkan penderita diabetes cukup sehat dan tenang untuk berpuasa.
Tapi jika kadar gula darah lebih dari 180 mg/dl keadaan jadi cenderung tidak baik untuk berpuasa karena di dalam urinnya akan terdapat gula.
Gula yang banyak di dalam urin akan membuat penderita diabetes sering buang air kecil. Kesannya, badan kekurangan air yang ditandai dengan haus, sehingga ia harus minum untuk mencegah dehidrasi. Jika dalam kondisi seperti itu ia berpuasa, maka boleh membuat tubuhnya menjadi lemah dan dapat berbahaya.
"Pengaturan makanan khusus di bulan puasa bagi orang dengan diabetes adalah harus memperhatikan jumlah, jenis serta jadual makannya," ujar Prof Dr dr Sri Hartini KS, Kariadi, SpPD-KEMD ketika berbicara di acara 'Membantu Diabetesi untuk Dapat Mengendalikan Penyakitnya Secara sendiri'.
Menurutnya, orang diabetes boleh saja puasa jika gula darahnya terkawal atau kadar gula darah kurang dari 180 mg/dl. Keadaan seperti itu memungkinkan penderita diabetes cukup sehat dan tenang untuk berpuasa.
Tapi jika kadar gula darah lebih dari 180 mg/dl keadaan jadi cenderung tidak baik untuk berpuasa karena di dalam urinnya akan terdapat gula.
Gula yang banyak di dalam urin akan membuat penderita diabetes sering buang air kecil. Kesannya, badan kekurangan air yang ditandai dengan haus, sehingga ia harus minum untuk mencegah dehidrasi. Jika dalam kondisi seperti itu ia berpuasa, maka boleh membuat tubuhnya menjadi lemah dan dapat berbahaya.
Bagaimana cara mengatur kalori orang diabetes saat puasa?
Jumlah kalori dan jenis makanan yang diambil hampir sama dengan hari-hari biasanya, hanya jadualnya saja yang berbeza. Penderita tetap disarankan menggunakan karbohidrat kompleks sebagai sumber karbohidrat utamanya.
Jumlah kalori yang masuk ketika buka puasa sekitar 50 peratus dari jumlah keseluruhan kalori. Kemudian 10 peratus setelah selesai tarawih dan 40 persatus semasa bersahur. Penderita diabetes juga sebaiknya mengurangi pengambilan makanan lemak dan perbanyak serat.
Ada 4 keadaan yang harus diwaspadai oleh seseorang yang memiliki diabetes saat berpuasa, yaitu:
1. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).
2. Gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia)
3. Darah menjadi asam (ketoasidosis)
4. Kekurangan cairan (dehidrasi) dan timbul bekuan di
pembuluh darah (trombosis).
"Jika gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang, gula darah sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal puasa atau gula darah naik lebih dari 300 mg/dl (berisiko ketoasidosis), maka seseorang harus membatalkan puasanya," ungkap Dr Tri
Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD dari divisi metabolik endokrin Departemen penyakit dalam FKUI/RSCM.
Karena itu tak ada salahnya untuk rajin mengawasi gula darah yaitu periksa gula darah sebelum sahur, 2 jam sesudah sahur, sebelum buka puasa dan 2 jam sesudah berbuka puasa. Namun pengawalan gula darah perlu lebih ketat terutama jika muncul gejala hipoglikemia atau hiperglikemia.
"Jika sudah muncul gejala hipoglikemia seperti merasa lapar yang luar biasa, keringat dingin serta dada berdebar-debar, maka segera batalkan puasa dengan
mengonsumsi air gula, makan permen atau kue," ujar Prof Sri yang lahir di Martapura 59 tahun silam.
Sedangkan untuk jadual pengambilan obatnya, menurut Prof Sri jika ubat yang diminum satu kali sehari maka diambil saat berbuka puasa. Tapi jika ubat diminum dua kali sehari maka diminum saat berbuka dan sahur. Sedangkan jika 3 kali sehari maka diminum saat berbuka puasa, malam hari dan saat sahur.
Selain itu orang yang memiliki diabetes juga disarankan untuk tetap berolahraga, olahraga yang ringan dan teratur senang untuk dilakukan. Sedangkan waktu untuk berolahraga boleh dilakukan sebelah petang mendekati waktu berbuka puasa, dan juga melakukan tarawih termasuk ke dalam bentuk olahraga.
Sumber : Vera Farah Bararah - detikHealth
Tiada ulasan:
Catat Ulasan